cara supaya cepat hamil

Dapatkan Tips Cara Cepat Hamil Alami Disini

Ketahuilah Beberapa Penyebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan dan Solusinya

Penyebab rambut rontok setelah melahirkan menjadi masalah yang kurang menyenangkan. Sudah menjadi hal yang normal jika terjadi kerontokan rambut setelah melahirkan dan tidak perlu khawatir. Kejadian seperti ini sering terjadi pada ibu-ibu di bulan awal melahirkan anak mereka. Kerontokan rambut dapat membuat ibu menjadi tidak nyaman dan merasa terganggu.

penyebab rambut rontok setelah melahirkan
pinterest

Inilah yang Terjadi di Balik Fenomena Tersebut


Rambut rontok memang terjadi setiap harinya dan dikenal sebagai fase pertumbuhan rambut. namun, setelah melahirkan mereka akan mengalami rambut rontok seperti pada umumnya. Hal ini disebabkan lonjakan kadar hormon estrogen yang memperpanjang siklus pertumbuhan rambut.

Pasca melahirkan, hormon estrogen yang diproduksi kembali pada tingkat normal sehingga rambut yang seharusnya sudah rontok akan melanjutkan ke tahap yang normal. Maka dari sebab itu jumlah rambut rontok menjadi lebih banyak daripada sebelumnya. Kondisi seperti ini sering terjadi di bulan awal setelah melahirkan si kecil yang masih berusia 6 bulan. Ada juga yang mengalami selama setahun.

Penyebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan


Perempuan yang alami kerontokan rambut pasca melahirkan dikenal dengan telogen effluvium atau telogen  gravidarum. Kondisi ini banyak menimpa perempuan hingga 40-50%. Perubahan level hormon yang terjadi termasuk penurunan hormon estrogen yang mempengaruhi siklus terhadap rambut.

Perlu kamu ketahui, ada beberapa penyebab rambut rontok setelah melahirkan yang diikuti oleh 3 siklus pertumbuhan yang mencakup siklus anagen, katagen dan telogen (siklus pertumbuhan, lanjutan, dan rontok) yang terjadi bersamaan. Siklus anagen adalah siklus pertumbuhan rambut yang masih aktif kurang lebih dari 2 sampai 6 tahun lama siklus ini.

Siklus katagen merupakan siklus peralihan yang terjadi pada saat akhir masa siklus anagen. Masa transisi katagen ini kurang lebih 1 sampai 2 minggu. Sedangkan siklus telogen merupakan siklus yang dikenal dengan masa rambut beristirahat. Lama siklus telogen ini kurang lebih dari 100 hari atau sekitar 5 hingga 12 minggu.

Rambut yang rontok normalnya sebanyak 100 hingga 125 helai setiap harinya. Namun, setelah melahirkan mereka akan mengalami kerontokan  sebanyak 500 helai rambut dalam per hari. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena dalam kurun 6 bulan rambut akan tumbuh menjadi normal kembali, akan tetapi tekstur rambut menjadi berbeda.

Apabila selama 12 bulan rambut tidak tumbuh dan rambut rontok masih terus berlanjut atau sering terjadi, maka periksalah segera kepada dokter untuk diperiksa secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan rambut yang rontok terjadi terus menerus merupakan pertanda jika kamu sedang mengalami defisiensi zat besi.

Solusi Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan


Upayakan untuk menghindari shampo dengan pelembabnya atau conditioner. Shampo pelembab biasanya terdapat kandungan pelembab yang berat sehingga helai rambut menjadi turun dan terlihat lepek. Gunakan pelembab yang tidak memberatkan rambut dan cocok dengan rambut tipis.

Perlakukan rambut dengan lembut dan usahakan untuk tidak mengikat rambut terlalu kuat maupun mengepang. Selain itu, hindari menyisir rambut saat sedang basah karena rawan terjadi rontok. Kurangi juga pemakaian pengering dan pelurus rambut. apabila kamu tidak nyaman dengan rambut basah, pastikan untuk mengatur ada tingkat efektifitas yang sangat rendah.

Gunakan shampo penebal rambut, tetapi lebih baik untuk menggunakan santan kelapa basi daripada sampo yang banyak mengandung zat kimia. Santan kelapa basi dipercaya dapat menebalkan rambut dan membuat rambut halus.

Upayakan untuk mengonsumsi makanan yang sehat yang dapat membantu proses pertumbuhan rambut. konsumsilah makanan yang banyak mengandung B, C, E, Zinc dan biotin. Karena nutrisi ini sangat membantu menumbuhkan rambut kembali.  Demikianlah beberapa penyebab rambut rontok setelah melahirkan dan solusinya. Terimakasih. 
 
Back To Top